Elise - A Responsive Blogger template, Lets Take your blog to the next level using this Awesome template

This is an example of a Optin Form, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. Find out more...


Following are some of the Advantages of Opt-in Form :-

  • Easy to Setup and use.
  • It Can Generate more email subscribers.
  • It’s beautiful on every screen size (try resizing your browser!)

Wednesday, May 27, 2020

// // Leave a Comment

Integrasi Repositori GitHub pada Android Studio

Ilustrasi integrasi GitHub pada Android Studio

Ilustrasi integrasi GitHub pada Android Studio

Pada artikel kali ini, saya akan membagikan tutorial untuk mengintegrasikan project Android Studio dengan repository GitHub. Tutorial ini akan mengilustrasikan bagaimana mengunggah project Android Studio ke GitHub. Bagi kalian yang belum tahu atau belum paham apa itu GitHub dan mengapa kita menggunakan GitHub silakan baca artikel saya tentang GitHub pada link berikut ini.

Sebelum kita dapat mengunggah project ke dalam repository GitHub, silakan buat sebuah akun GitHub di link github.com melalui menu Sign up.

Halaman utama GitHub.com

Agar kita dapat menggunakan GitHub, sebelumnya kita perlu untuk menginstall Git. Silakan unduh Git yang sesuai dengan sistem operasi kalian melalui link berikut https://git-scm.com/downloads dan install pada sistem komputer kalian.

Halaman download Git

Setelah Git terpasang, silakan buka project Android Studio yang akan kita simpan ke repository GitHub. Kemudian silakan buka menu File -> Settings -> Version Control -> Git untuk mengkonfirmasi instalasi Git.

Dialog Setting Android Studio pada bagian Version Control Git

Klik tombol Test untuk menguji “path to Git executable” atau jalur ke aplikasi Git. Jika pesan success seperti gambar dibawah ini ditampilkan artinya semuanya sudah siap. Namun jika menampilkan pesan yang lain silakan arahkan path ke lokasi file git.exe di tempat Anda menginstal git dan tekan tombol Test lagi.

Pesan hasil test path ke lokasi git

Setelah git terhubung dengan Android Studio, kita akan menghubungkan akun GitHub yang telah dibuat dengan Android Studio. Buka menu File -> Settings -> Version Control -> GitHub. Pada dialog konfigurasi akun GitHub, silakan tambahkan akun melalui tombol atau menu Add account yang bisa juga di akses melalui shortcut Alt+Insert.

Dialog konfigurasi akun GitHub

Pada dialog Log in to GitHub silakan berikan username dan password akun GitHub kalian untuk melakukan proses Log In.

Dialog log in to GitHub

Jika akun GitHub berhasil dihubungkan maka seharusnya akan muncul pada dialog konfigurasi akun GitHub. Silakan bisa ditutup dengan tombol OK.

Dialog konfigurasi akun GitHub dengan satu akun berhasil ditambahkan

Setelah akun GitHub terkonfigurasi, berikutnya kita lanjutkan ke proses berikutnya yang merupakan proses untuk membagikan project ke GitHub. Pertama-tama kita hubungkan project dengan sebuah repository baru di GitHub melalui menu VCS -> Import into Version Control -> Share Project on GitHub. Pada dialog Share Project On GitHub berikan informasi terkait repository yang akan dibuat. Nama repo yang seharusnya sudah terisi sesuai dengan nama project Android Studio. Perlu diperhatikan bahwa nama repo tidak boleh mengandung spasi. Bagian remote biarkan origin. Untuk isian description silakan isi dengan deskripsi dari repo. Kemudian tekan tombol Share untuk melanjutkan.

Dilaog untuk informasi repository

Pada dialog berikutnya kita perlu memilih file mana saja yang akan digunakan untuk initial commit atau unggah pertama. Silakan biarkan saja tercentang semua untuk mengunggah semua berkas project. Pada bagian commit message merupakan box untuk memberikan info untuk commit pertama. Defaultnya adalah “Initial commit”, sementara kita biarkan dulu lalu tekan OK.

Dialog untuk initial commit

Setelah itu akan terjadi proses unggah project ke repo GitHub, silakan tunggu beberapa saat. Ketika proses unggah telah selesai kita akan memperoleh pesan pada Android Studio yang menyatakan “Successfully shared project on GitHub”.

Pesan informasi proses unggah project ke GitHub telah selesai

Klik link dengan label nama repo (ContohAplikasi) untuk membuka repo pada GitHub.

Ilustrasi repo GitHub

Jika terdapat perubahan terhadap project yang ingin disimpan juga pada repo, silakan lakukan proses commit melalui menu VCS -> Commit atau bisa juga menggunakan shortcut CTRL+K. Pada dialog commit changes silakan pilih file yang akan diperbaharui atau abaikan jika ingin mengunggah semua perubahan yang telah dilakukan. Kemudian pada box commit message silakan berikan informasi perubahan apa yang telah dilakukan pada commit yang dilakukan. Pesan ini penting untuk mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada project.

Dialog Commit Changes

Sekian tutorial yang dapat saya bagikan tentang integrasi Android Studio dengan GitHub. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada pertanyaan silakan tuliskan pada kolom komentar.

Read More
// // Leave a Comment

Apa Itu GitHub?

GitHub dari Microsoft

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang bagaimana mengintegrasikan project Android Studio dengan GitHub. Sebelum saya lanjutkan mungkin ada beberapa diantara teman-teman yang belum paham atau mungkin belum tahu apa itu GitHub. Menurut web resminya di github.com dinyatakan GitHub dinyatakan sebagai:

GitHub is a development platform inspired by the way you work. From open source to business, you can host and review code, manage projects, and build software alongside 50 million developers.

Jika diterjemahkan GitHub adalah platform pengembangan yang terinspirasi oleh cara Anda bekerja. Dari sumber terbuka ke bisnis, Anda dapat meng-host dan meninjau kode, mengelola proyek, dan membangun perangkat lunak bersama 50 juta pengembang.

Bagaimana, sudah bingung? 😀

Saya coba jelaskan apa itu GitHub dan bagaimana GitHub bekerja. GitHub terdiri dari dua suku kata, yaitu git dan hub.

Kata “Git” dalam GitHub

Untuk memahami GitHub, Anda harus terlebih dahulu memiliki pemahaman tentang Git. Git adalah sistem kontrol versi sumber terbuka yang dikembangkan oleh Linus Torvalds — orang yang sama dengan orang yang menciptakan Linux. Git mirip dengan sistem kontrol versi lainnya — Subversion, CVS, dan Mercurial.

Jadi, Git adalah sistem kontrol versi, tetapi apa artinya itu? Ketika pengembang membuat sesuatu aplikasi, kemudian pengembang membuat perubahan pada kode, merilis versi baru hingga dan setelah rilis resmi pertama dari aplikasi.

Sistem kontrol versi menjaga setiap revisi yang dilakukan pengembang tetap lurus, menyimpan modifikasi di repositori pusat. Hal tersebut memungkinkan pengembang untuk berkolaborasi dengan mudah, karena mereka dapat mengunduh versi baru perangkat lunak, membuat perubahan, dan mengunggah revisi terbaru. Setiap pengembang dapat melihat perubahan baru ini, mengunduhnya, dan berkontribusi.

Demikian pula, orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan pengembangan proyek masih dapat mengunduh file dan menggunakannya. Sebagian besar pengguna Linux mungkin sudah terbiasa dengan proses ini, karena menggunakan Git, Subversion, atau metode serupa lainnya cukup umum untuk mengunduh file yang diperlukan untuk menginstall aplikas dari source code.

Git adalah sistem kontrol versi yang disukai kebanyakan pengembang, karena ia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem lain yang tersedia. Git menyimpan perubahan file lebih efisien dan memastikan integritas file lebih baik. Jika Anda tertarik untuk mengetahui detailnya, halaman Git Basics memiliki penjelasan menyeluruh tentang cara kerja Git.

Kata “Hub” dalam GitHub

Kita sepakati bahwa Git adalah sistem kontrol versi. Lalu apa itu GitHub? Git adalah alat baris perintah, tetapi pusat di mana semua hal yang melibatkan Git berputar adalah hub. GitHub adalah tempat pengembang menyimpan proyek dan jaringan mereka dengan orang-orang yang berpikiran sama.

Mari kita membahas beberapa alasan utama mengapa kita menggunakan GitHub untuk menyimpan dan mengelola project kita, dan mempelajari beberapa terminologi dalam GitHub.

Repository

Repositori (biasanya disingkat “repo”) adalah lokasi tempat semua file untuk proyek tertentu disimpan. Setiap proyek memiliki repo sendiri, dan Anda dapat mengaksesnya dengan URL unik.

Contoh halaman GitHub untuk membuat repo baru

Forking a Repo

“Forking” adalah ketika kita membuat proyek baru berdasarkan dari proyek lain yang sudah ada. Ini adalah fitur yang dapat mendorong pengembangan lebih lanjut dari program dan proyek lainnya. Jika Anda menemukan proyek di GitHub yang ingin Anda beri kontribusi, Anda dapat mem-fork repo, membuat perubahan, dan merilis proyek yang direvisi sebagai repo baru. Jika repositori asli yang Anda fork untuk membuat proyek baru Anda telah diperbarui, Anda dapat dengan mudah menambahkan pembaruan itu ke hasil fork Anda sebelumnya.

Pull Requests

Anda telah membuat repositori, membuat revisi, dan ingin itu diakui oleh pengembang asli — bahkan mungkin dimasukan dalam proyek / repositori resmi. Anda dapat melakukannya dengan membuat pull requests (permintaan tarik). Penulis repositori asli dapat melihat karya Anda, dan kemudian memilih apakah akan menerimanya atau tidak ke dalam proyek resmi. Setiap kali Anda mengeluarkan permintaan tarik, GitHub menyediakan media yang sempurna untuk Anda dan pengelola proyek utama untuk berkomunikasi.

Social networking

Aspek jejaring sosial GitHub mungkin adalah fitur yang paling kuat, yang memungkinkan proyek untuk tumbuh lebih dari hampir semua fitur lain yang ditawarkan. Setiap pengguna di GitHub memiliki profil mereka sendiri yang bertindak seperti semacam resume, menunjukkan pekerjaan masa lalu Anda dan kontribusi ke proyek lain melalui pull requests.

Revisi proyek dapat didiskusikan secara terbuka, sehingga banyak pakar dapat menyumbangkan pengetahuan dan bekerja sama untuk memajukan proyek. Sebelum munculnya GitHub, pengembang yang tertarik untuk berkontribusi dalam suatu proyek biasanya perlu menemukan beberapa cara untuk menghubungi penulis. Entah mungkin melalui email dan kemudian meyakinkan mereka bahwa mereka dapat dipercaya dan kontribusi mereka sah.

Changelogs

Ketika banyak orang berkolaborasi dalam suatu proyek, sulit untuk melacak revisi — siapa yang mengubah apa, kapan, dan di mana file-file itu disimpan. GitHub menangani masalah ini dengan melacak semua perubahan yang telah didorong ke repositori.

GitHub Bukan Hanya Untuk Developer

Kata GitHub mungkin identik dengan developer. Sehingga mungkin ada anggapan GitHub dibuat untuk developer, atau developer yang dapat merasakan manfaat dari adanya GitHub. Meskipun jauh lebih jarang, sebenarnya kita dapat menggunakan GitHub untuk semua jenis file. Jika Anda memiliki tim yang terus-menerus membuat perubahan pada dokumen kata, misalnya, Anda bisa menggunakan GitHub sebagai sistem kontrol versi Anda. Praktek ini tidak umum, karena ada alternatif yang lebih baik dalam banyak kasus, tetapi hal itu perlu untuk diketahui dapat dilakukan.

Sekarang setelah Anda tahu apa itu GitHub, apakah Anda siap untuk memulai? Buka GitHub.com dan silakan memeriksa halaman bantuan mereka jika ada kendala setelah mendaftar. 

Read More

Friday, May 15, 2020

// // Leave a Comment

Bahasan Pemrograman C dan C++

Bahasa pemrograman C dan C++ adalah merupakan dua dari beberapa bahasa pemrograman yang memiliki umur tua namun masih populer dan banyak digunakan hingga saat ini. Keduanya lahir disekitar tahun 1970an. Sesuai dengan namanya (notasi increment) bahasa pemrograman C++ merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman C. Apakah persamaan dan perbedaan dari bahassa pemrograman C dengan C++?

Perbedaan antara bahasa pemrograman C dan C++ (https://www.geeksforgeeks.org)

Kesamaan antara C dan C ++ adalah:
  • Kedua bahasa memiliki sintaksis yang sama.
  • Struktur kode kedua bahasa sama.
  • Kompilasi kedua bahasa serupa.
  • C dan C++ berbagi sintaks dasar yang sama. Hampir semua operator dan kata kunci C juga ada di C++ dan digunakan untuk melakukan hal yang sama.
  • C++ memiliki tata bahasa yang sedikit lebih panjang daripada C, tetapi  tata bahasa dasarnya sama.
  • Model memori dasar keduanya sangat dekat dengan perangkat keras.
  • Gagasan yang sama tentang variabel stack, heap, file-scope, dan static ada di kedua bahasa.

Perbedaan antara C dan C++ adalah:
C++ dapat dikatakan superset dari C. Fitur tambahan utama dalam C++ adalah Pemrograman Berorientasi Objek, Exception Handling dan pustaka C++ yang kaya.

Di bawah ini adalah tabel perbedaan antara C dan C++:
 Bahasa Pemrograman CBahasa Pemrograman C++ 
C dikembangkan oleh Dennis Ritchie antara tahun 1969 dan 1973 di AT&T Bell Labs. 

C++ dikembangkan oleh Bjarne Stroustrup pada tahun 1979.
C tidak mendukung polimorfisme, enkapsulasi, dan pewarisan yang berarti bahwa C tidak mendukung pemrograman berorientasi objek.C++ mendukung polimorfisme, enkapsulasi, dan pewarisan karena merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek.

C adalah himpunan bagian dari C++. C++ adalah superset dari C.
C berisi 32 kata kunci.C++ berisi 52 kata kunci.

Untuk pengembangan kode, C mendukung pemrograman prosedural. C++ dikenal sebagai bahasa hybrid karena C++ mendukung paradigma pemrograman prosedural dan berorientasi objek.
Data dan fungsi dipisahkan dalam C karena merupakan bahasa pemrograman prosedural.Data dan fungsi dienkapsulasi bersama dalam bentuk objek di C++.
C tidak mendukung penyembunyian informasi.Data disembunyikan oleh Enkapsulasi untuk memastikan bahwa struktur data dan operator digunakan sebagaimana dimaksud. 
Tipe data bawaan didukung dalam C.  Tipe data bawaan & yang ditentukan pengguna didukung dalam C++. 
C adalah bahasa yang digerakkan oleh fungsi karena C adalah bahasa pemrograman prosedural.  C++ adalah bahasa yang digerakkan oleh objek karena merupakan pemrograman berorientasi objek. 
Fungsi dan overloading operator tidak didukung dalam C. Fungsi dan overloading operator didukung oleh C++. 
C adalah bahasa yang digerakkan oleh fungsi. C++ adalah bahasa berbasis objek 
Fungsi dalam C tidak didefinisikan di dalam struktur. Fungsi dapat digunakan di dalam struktur di C++. 
Fitur Namespace tidak ada di dalam C. Namespace digunakan oleh C++, yang menghindari tabrakan nama. 
File header yang digunakan oleh C adalah stdio.h. File header yang digunakan oleh C++ adalah iostream.h. 
Variabel referensi tidak didukung oleh C. Variabel referensi didukung oleh C++. 
Fungsi virtual dan teman tidak didukung oleh C. Fungsi virtual dan teman didukung oleh C++. 
C tidak mendukung warisan. C++ mendukung warisan. 
Alih-alih berfokus pada data, C berfokus pada metode atau proses. C++ berfokus pada data alih-alih berfokus pada metode atau prosedur. 
C menyediakan fungsi malloc () dan calloc () untuk alokasi memori dinamis, dan gratis () untuk alokasi memori. C++ menyediakan operator baru untuk alokasi memori dan menghapus operator untuk alokasi memori. 
Dukungan langsung untuk penanganan pengecualian tidak didukung oleh C.Penanganan pengecualian didukung oleh C++.
Fungsi scanf () dan printf () digunakan untuk input / output dalam C.Perintah cin dan cout digunakan untuk input / output dalam C++.


Read More
// // Leave a Comment

Perbedaan URL dengan URI


Seorang pemrogram atau bahkan pengguna komputer biasa pasti pernah menggunakan atau mendengar istilah URL dan URI. Khusus URL sering digunakan untuk menuliskan alamat web. Lalu apakah URL dan URI adalah hal yang sama?

URL (Uniform Resource Locator)
URL (Uniform Resource Locator) sering didefinisikan sebagai serangkaian karakter yang diarahkan ke alamat. URL adalah cara yang sangat umum digunakan untuk mencari sumber daya di web. URL menyediakan cara untuk mengambil presentasi dari lokasi fisik dengan menggambarkan lokasi jaringan atau mekanisme akses utama.

Protokol disebutkan dalam URL yang digunakan untuk mengambil sumber daya dan nama sumber daya. URL yang mengandung protokol http/https, jika sumber daya berupa sumber daya jenis web. Demikian pula, jika dimulai dengan protokol ftp jika sumber daya berupa file, dan protokol mailto jika sumber daya adalah alamat email. Sintaks URL ditunjukkan di bawah ini di mana bagian utama digunakan untuk protokol dan sisanya dari bagian itu digunakan untuk sumber daya yang terdiri dari nama situs web atau nama program.

https://www.jepriana.com/blog

Pada contoh URL di atas, nama domain menggambarkan server (layanan web) dan nama program (jalur ke direktori dan file di server).

URI (Uniform Resource Identifier)
URI (Uniform Resource Identifier) mirip dengan URL ​​juga merupakan serangkaian karakter yang mengidentifikasi sumber daya di web baik dengan menggunakan lokasi, nama, atau keduanya. URI memungkinkan identifikasi sumber yang seragam. URI juga dikelompokkan sebagai pelacak, nama atau keduanya yang menyarankannya dapat menggambarkan URL, URN (Uniform Resource Name), atau keduanya. Istilah "identifier" dalam URI mengacu pada keunggulan sumber daya, selain teknik yang juga digunakan.

Kategori sebelumnya dalam URI adalah URL, di mana protokol digunakan untuk menentukan metode mengakses sumber daya dan nama sumber daya tambahan diletakkan dalam URL. URL dapat berupa jenis URI yang tidak persisten. URN diperlukan untuk eksis secara global dan memiliki lingkup global.

Ilustrasi URI vvs URL

Perbedaan antara URL dengan URI
URLURI 
URL digunakan untuk menggambarkan identitas suatu item.URI menyediakan teknik untuk mendefinisikan identitas suatu item.
URL menghubungkan halaman web, komponen halaman web atau program pada halaman web dengan bantuan metode akses seperti protokol.URI digunakan untuk membedakan satu sumber daya dari yang lain terlepas dari metode yang digunakan.
URL memberikan perincian tentang jenis protokol apa yang akan digunakan.URI tidak mengandung spesifikasi protokol.
URL adalah jenis URI.URI adalah superset dari URL.


Read More